Taman Putroe Phang – Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas

Taman Putroe Phang – Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas
Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Merapi No.37, Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh.

Nanggroe Aceh Darussalam merupakan salah satu daerah di pulau Sumatera yang memiliki banyak sejarah. Terutama dalam bidang kerajaan, karena kawasan ini dahulu terkenal akan Kerajaan Samudera Pasai yang berjaya hingga abad pertengahan.

Diantara peninggalan sejarah yang masih tersisa dari kerajaan tersebut, Taman Putroe Phang merupakan tempat yang memiliki banyak legenda. Dahulu taman ini dibuat oleh Sultan Iskandar Muda untuk permaisuri yaitu Putroe Phang pada tahun 1600-an.

Kemudian taman ini terus berkembang hingga menjadi saksi sejarah tentang kisah cinta terbaik menurut masyarakat Aceh dan juga wisatawan umum yang datang. Karena memiliki keindahan berupa perjalanan seorang Sultan hingga menemukan kisah sejatinya.

Sejarah Taman Putroe Phang

Sejarah Taman Putroe Phang
Image Credit: Google Maps adis d

Tujuan Sultan Iskandar Muda yang kala itu sering bepergian untuk melakukan perjalanan diplomasi antar kerajaan. Membuat beliau berinisiatif untuk memberikan sebuah taman kepada Putroe Phang dari kerajaan Pahang.

Mulanya taman ini tercipta atas inisiatif Sultan Iskandar Muda serta permintaan pribadi dari Putroe Phang. Agar ketika ditinggal sendirian pada bangunan kerajaan, sang permaisuri tidak merasa kesepian.

Maka dari itu, untuk menunjukkan kebesaran cinta sang sultan kepada permaisuri yang dicintainya. Beliau membuat taman yang dapat memberikan kesan indah kepada Putroe Phang pada sekitar tahun 1620 an.

Saat itu Sultan Iskandar Muda memang telah memangku kerajaan dan menjadi seorang raja yang berkuasa atas Kerajaan Samudera Pasai. Putroe Phang yang diberikan hadiah berupa taman pun sangat bahagia menjalani hari-harinya dan tidak merasakan kesepian lagi.

Datangnya Belanda ke daerah Nanggroe Aceh Darussalam pun tidak serta merta merubah letak dari taman ini. Belanda sengaja menjaganya sebagai bagian dari sejarah masyarakat lokal, sehingga tempat ini terus ada hingga sekarang.

Memiliki bangunan di area tengah sebagai pusat kegiatan pada area taman. Membuat pemandangan dari sekitar taman makin indah sekaligus menekankan kesan antik ketika pengunjung datang untuk berkeliling.

Daya Tarik Taman Putroe Phang

Daya Tarik Taman Putroe Phang
Image Credit: Google Maps khalid muttaqin

Keindahan dari Taman ini tentu menjadi daya tarik utama yang dapat disajikan oleh kawasan ini. Juga karena di area sekitar taman masih terdapat banyak bangunan serta peninggalan dari kerajaan Samudera Pasai yang dapat pengunjung lihat.

1. Keindahan Area Taman

Memiliki bentuk melingkar dan terdapat banyak tanaman serta pepohonan guna menambah kesan teduh pada area taman. Membuat taman ini sangat layak untuk dikunjungi pada akhir pekan.

Pengunjung bisa melihat area kolam yang juga mengitari taman dengan tumbuhan teratai berjejer rapi. Juga ada beberapa ikan hias yang sengaja dikembangbiakan pada area sekitar kolam.

Nuansa klasik ala abad pertengahan dengan warna dinding khas Budaya Aceh juga semakin menekankan kesan mewah pada bangunan taman. Belum lagi bentuk bangunan yang memang menggambarkan dua budaya yaitu lokal dengan Islam.

2. Kolam yang Mengitari Taman

Daya tarik lain yang dimiliki oleh taman ini adalah adanya kolam yang mengitari area taman. Pengunjung dapat melihat berbagai jenis ikan hias seperti ikan koi dan juga ikan mas.

Pengelola akan memberi makan ikan-ikan tersebut pada pagi dan sore hari. Sehingga bagi pengunjung yang datang pada jam tersebut, membuat pengunjung dapat ikut menyaksikan bagaimana proses pemberian makan kepada ikan yang hidup di sekitar kolam.

Bunga teratai yang hidup diatas kolam juga membuat kesan kolam jadi semakin asri. Hal ini ditandai dengan tumbuhnya bunga dari tanaman tersebut, yang mampu menghasilkan warna hijau serta merah senada di sepanjang kolam.

Daya Tarik di Taman Putroe Phang
Image Credit: Google Maps Bahasa Hanief

3. Bangunan Khas Aceh

Selanjutnya ada bangunan khas Aceh seperti pintu tempat Putroe Phang biasa lalu lintas untuk menuju taman dan kerajaan. Tempat ini banyak menyimpan sejarah mulai dari ketika sang Permaisuri masih sendiri, hingga ketika banyak anggota kerajaan ikut berkumpul di daerah taman.

Dahulu tempat ini juga sering dijadikan sebagai tempat bersantai untuk anggota kerajaan selepas dari kegiatan formal maupun non formal. Mereka dapat menggunakan Taman Putroe Phang untuk sekedar bercerita maupun memberikan petuah kepada anggota kerajaan.

Warna dasar putih yang dijadikan ikon utama untuk bangunan di area taman menunjukkan bahwa suci dan jujur adalah bagian dari Kerajaan Samudera Pasai. Tentunya hal tersebut berbanding lurus dengan kejujuran yang selalu ditanamkan pada semua anggota kerajaan, dari pemerintahan hingga penduduk yang tinggal di lingkup kerajaan.

4. Pepohonan yang Rindang

Pohon-pohon yang hidup di sekitar taman juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang. Karena varietas pohon yang ada di kawasan itu adalah pepohonan yang ditanam khusus untuk menciptakan kesan nyaman dan adem.

Juga ada satu pohon yang sejak dahulu sudah tumbuh menjulang tinggi sampai sekarang. Pohon tersebut adalah jenis Akasia dan juga pohon Beringin.

Pengunjung bisa melihat besarnya lingkar pohon-pohon tersebut ketika datang ke area taman. Pengunjung juga dapat berteduh di bawah pepohonan seperti kegiatan yang dahulu sering dilakukan oleh anggota kerajaan.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Taman Putroe Phang
Image Credit: Google Maps azwar awer

Lokasi menuju Taman Putroe Phang tidak sulit untuk ditemukan baik bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, maupun bagi pengunjung yang sudah sering datang ke tempat ini. Pengunjung tinggal menuju ke pusat Kota Banda Aceh, lalu terus hingga kawasan Masjid Baiturrahman.

Saat pengunjung telah sampai ke area Masjid, pengunjung tinggal menuju ke daerah Sukaramai. Perjalanan dari pusat kota menuju daerah ini menempuh sekitar 20 hingga 30 menit perjalanan menggunakan kendaraan roda dua dan empat.

Lalu pengunjung tinggal melihat markah jalan yang memberikan petunjuk mengenai keberadaan taman. Pengunjung akan menemukan tulisan besar pada bagian depan yang memberitahu bahwa pengunjung telah sampai ke lokasi yang dituju.

Karena letaknya yang masih berada di daerah kota, membuat pengunjung bisa memanfaatkan peta daring untuk bisa sampai. Bagi pengunjung yang masih bingung dengan lokasi tepat dari taman ini, pengunjung bisa bertanya kepada penduduk setempat yang berjualan di sekitar area taman.

Harga Tiket Masuk

Harga Tiket Masuk Taman Putroe Phanh
Image Credit: Google Maps Aydrus Moulizarv

Untuk bisa menikmati keindahan serta peninggalan bersejarah seperti Taman Putroe Phang. Pengunjung tidak harus mengeluarkan biaya sepeserpun, karena pengelolaan taman ini juga berasal dari dana pemerintah Banda Aceh.

Oleh karena itu, biaya yang harus pengunjung masukkan ke dalam daftar adalah biaya esensial seperti parkir dan juga bahan bakar. Untuk kendaraan roda dua ketika pengunjung datang menggunakan kendaraan pribadi, maka biaya parkirnya adalah sebesar Rp 3.000,00 saja.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat, maka biaya parkirnya bisa bervariasi menurut berapa banyak anggota yang pengunjung bawa. Jika pengunjung membawa kurang dari 4 orang, maka biaya parkirnya adalah Rp 5.000,00.

Namun jika pengunjung membawa lebih dari 5 anggota, biaya parkir untuk tiap kendaraan adalah sebesar Rp 20.000,00. Hal ini bisa terjadi karena lapangan parkir yang ada di sekitar taman terbatas, dan mengharuskan pengelola untuk bisa membagi spot parkir menjadi beberapa bagian.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan

Kegiatan Menarik Taman Putroe Phang
Image Credit: Google Maps Raisha Ulfa

1. Berenang di Area Kolam

Bagi pengunjung yang ingin menikmati wahana air kolam di Taman ini, maka pengunjung bisa masuk ke kolam untuk berenang. Pengunjung dapat menyewa pakaian renang atau ban yang disediakan oleh masyarakat lokal.

Pengunjung bisa merasakan kesegaran kolam sembari bermain dengan kawanan ikan yang hidup. Namun pengunjung dilarang untuk mandi menggunakan sabun, demi menjaga kelestarian kolam dan juga flora maupun fauna yang hidup agar tidak tercemar.

2. Berfoto Ria Bersama Keluarga

Tempat ini merupakan daerah yang bagus untuk dijadikan sebagai latar belakang dari tangkapan foto milik pengunjung. Keindahan serta bentuk bangunan yang klasik dan elegan akan mampu membuat hasil foto milik pengunjung jadi lebih bagus.

Selain itu, pengunjung juga bisa menyewa jasa dari para fotografer yang seringkali mengitari kawasan taman. Biaya untuk sekali foto berkisar antara Rp.25.000,00 hingga Rp.30.000,00 dan pengunjung bisa langsung mencetaknya saat itu juga.

Objek Wisata Terdekat dari Taman Putroe Phang

Objek Wisata Terdekat dari Taman Putroe Phang
Image Credit: Google Maps harri andria

1. Masjid Agung Baiturrahman

Masjid ini merupakan salah satu bangunan yang tetap kokoh saat terjadi bencana Tsunami pada tahun 2004 yang lalu dan berada dekat dari Taman Putroe Phang. Masjid ini sering dikunjungi oleh para wisatawan guna melihat sejarah dari kejadian yang menyedihkan tersebut.

2. Kawasan Museum Tsunami

Selanjutnya ada museum yang menjadi rekam jejak dari kejadian Tsunami pada 2004 dan menyimpan banyak informasi. Pengunjung juga dapat melihat negara-negara mana saja yang telah berkontribusi untuk membantu masyarakat paska kejadian tersebut.

3. Museum Kapal Apung

Tempat ini dahulu adalah daerah rumah milik warga yang pada kemudian hari diubah menjadi sebuah museum. Kapal laut nelayan yang pada 2004 ikut terseret hingga daratan dan menjadi saksi bisu atas sejarah Tsunami pada 2004.

Banda Aceh menyimpan banyak keindahan, mulai dari keindahan budaya hingga adat istiadat yang terkandung didalamnya. Satu dari sekian banyak budaya yang masih tersimpan rapi, ada di dalam kawasan Taman Putroe Phang.