Situs Orang Kayo Hitam – Sejarah, Daya Tarik, Tiket & Ragam Aktivitas

Situs Orang Kayo Hitam – Sejarah, Daya Tarik, Tiket & Ragam Aktivitas
Harga Tiket: Rp 15.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Sungai Batanghari, Simpang, Kec. Berbak, Kab. Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Provinsi Jambi adalah sebuah daerah yang berbatasan dengan beberapa Provinsi lain seperti Riau, Sumatera Selatan, dan juga Sumatera Barat. Daerah Jambi terkenal dengan perkebunan sawit yang luas, serta pemandangan hutan asri di sepanjang jalan.

Pengaruh kebudayaan Melayu yang kuat juga sampai hingga ke Jambi, hal tersebut membuat bahasa daerah yang digunakan masyarakat lokal terdiri dari dua bahasa. Pertama, masyarakat sering menggunakan bahasa Melayu, sedangkan bahasa Jambi biasa digunakan untuk bertransaksi.

Cagar alam yang ada di Jambi memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah candi dan situs prasejarah. Diantara banyaknya cagar alam penting, Situs Orang Kayo Hitam jadi salah satu situs yang banyak disorot baik oleh pemerintah lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah.

Sejarah Situs Orang Kayo Hitam

Sejarah Situs Orang Kayo Hitam
Image Credit: Google Maps Muhammad Yunus

Situs bersejarah ini berada tak jauh dari sungai Batanghari, yang membuat situs ini sendiri pernah beberapa kali tertimbun oleh lumpur. Oleh karena itu, sejak dahulu masyarakat lokal selalu membersihkan tempat ini saat musim panas tiba.

Ditemukan pertama kali oleh warga yang hendak memancing di pinggir sungai, situs ini rupanya ada sejak peradaban Hindu dan Budha masih berjaya. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya berbagai artefak serta arca kuno dari zaman pertengahan masehi.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur bekerjasama dengan komunitas cagar alam terus berusaha melestarikan situs prasejarah ini. Usaha tersebut dibuktikan dengan dibangunnya jalan raya di dekat situs, agar wisatawan dapat berkunjung sewaktu-waktu.

Kawasan candi di situs Orang Kayo Hitam telah ditemukan sejak tahun 1999, namun baru pada tahun 2002 diadakan peremajaan dengan cara pemasangan pugar. Agar daerah ini tidak lagi sering digenangi oleh air, dan pada tahun 2006 kembali ditemukan beberapa artefak kuno di daerah sekitar situs.

Hingga saat ini, akses masuk ke dalam situs telah berubah menjadi jalanan dari beton dengan tujuan mempermudah perjalanan pengunjung. Kemudian juga dipasangi tanda dan lampu untuk membuat pengunjung yang datang tidak tersesat di daerah menuju situs.

Daya Tarik Situs Orang Kayo Hitam

Daya Tarik Situs Orang Kayo Hitam
Image Credit: Google Maps Andri Kasandra

Memiliki luas sekitar 10 hektar, Situs Orang Kayo Hitam terkenal akan daerah hijau dari hutan lindung yang ada di sekitarnya. Pengunjung dapat melihat berbagai keindahan seperti jernihnya aliran sungai Batanghari, bangunan situs yang berjejer rapi, serta taman kecil yang ada di bagian depan situs.

1. Situs Prasejarah Nan Rapi

Situs ini terkenal akan gabungan dari dua kepercayaan, yaitu jejeran makam dari para sultan dan raja Islam yang bergelar Orang Kayo Hitam. Serta bangunan candi yang menandakan era Hindu dan Budha.

Pengunjung akan dibawa kembali menelusuri jejak masa lampau saat daerah ini masih sepi dan hijau. Kemegahan situs serta jejeran makam yang rapi dapat membawa ketenangan tersendiri bagi siapapun yang datang.

Bagi pengunjung yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai informasi makam atau daerah Oang Kayo Hitam ini. Maka pengunjung bisa menyewa jasa seorang guide yang biasanya menawarkan jasa berkeliling situs pada pengunjung.

2. Jernihnya Sungai Batanghari

Karena terletak tak jauh dari sungai Batanghari, membuat pemandangan dari situs ini menjadi begitu berwarna. Pengunjung bisa melihat kegiatan yang biasa dilakukan oleh warga sekitar, seperti memancing, menjaring, dan juga mengemudikan sampan.

Sungai Batanghari sendiri merupakan salah satu jalur sungai paling besar di Indonesia. Aliran air yang ada di sungai juga terkenal akan kejernihannya.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan nampaknya ikan berenang di sepanjang jalur sungai. Pengunjung juga bisa melihat bebatuan di bawah sungai dengan jelas tanpa terhalang oleh sampah maupun kotoran.

Daya Tarik di Situs Orang Kayo Hitam
Image Credit: Google Maps Andrie Sufrianto

3. Kawasan Taman yang Indah

Ketika memasuki area situs, pengunjung akan menemukan taman kecil yang sengaja dibuat oleh pemerintah lokal guna menyambut kedatangan pengunjung. Taman itu merupakan bagian dari situs dan memiliki berbagai jenis tanaman yang hidup untuk menambah keindahan.

Di daerah taman juga ada beberapa pepohonan yang menjulang tinggi dan dapat menaungi pengunjung. Sehingga pengunjung tidak akan merasa kepanasan saat berkeliling di area taman maupun Situs Orang Kayo Hitam.

Pada bagian belakang situs juga ada kebun kecil dengan tanaman seperti pohon kelapa serta pohon coklat. Pengunjung bisa mengambil buah dari pohon-pohon tersebut, namun harus meminta izin kepada pengelola terlebih dahulu.

4. Permainan Air di Sungai Batanghari

Bagi pengunjung yang ingin bersantai dan menikmati pemandangan dari atas sungai Batanghari. Maka pengunjung bisa menyewa sampan milik nelayan lokal untuk mengantarkan pengunjung berkeliling.

Nelayan lokal biasanya sangat menyukai pengunjung yang ramah dan hendak menyewa sampan milik mereka. Karena apabila hasil tangkapan tidak sesuai yang mereka inginkan, maka hasil sewa dari pengunjung dirasa cukup bagi para nelayan.

Pengunjung dapat melihat keindahan dari sungai Batanghari kala pagi maupun sore hari. Karena pada jam-jam tersebut, matahari akan terlihat lebih menawan untuk dipandangi serta diabadikan oleh pengunjung.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Menuju Situs Orang Kayo hitam
Image Credit: Google Maps Teguh Hidayat

Situs Orang Kayo Hitam sendiri terletak di Kecamatan Berbak pada Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan berada di sebelah ujung Provinsi Jambi. Desa yang menaungi situs ini disebut dengan Desa Simpang, yang memakan waktu perjalanan sekitar 2 hingga 3 jam dari Kota Jambi menggunakan kendaraan roda empat.

Jika pengunjung baru pertama kali datang ke tempat ini, ada baiknya pengunjung untuk ditemani oleh pemandu wisata atau warga lokal yang sudah pernah datang. Hal itu karena letak dari situs ini sedikit berada di dalam hutan, sehingga ada kemungkinan tersesat apabila tidak dikawal oleh seseorang yang sudah pernah datang.

Markah Jalan dari Kota Jambi yang dapat pengunjung ikuti adalah arah menuju Tanjung Jabung. Setelah sampai di Jabung, maka pengunjung bisa melanjutkan perjalanan ke Jabung Timur.

Pada sebelah Selatan dari Jabung Timur, pengunjung akan melihat markah jalan bertuliskan Barbak. Pengunjung tinggal mengikuti arahan tersebut untuk sampai ke Barbak, lalu melanjutkan sedikit perjalanan hingga menuju Desa Simpang.

Saat pengunjung sudah sampai di Simpang, maka pengunjung tinggal mengikuti arah sungai Batanghari menuju hulu. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit, dan kemudian pengunjung telah sampai ke depan situs.

Harga Tiket Masuk Wisata Sejarah

Harga Tiket Masuk Situs Orang Kayo Hitam
Image Credit: Google Maps Muhammad F

Bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan dari Situs Orang Kayo Hitam. Maka pengunjung harus merogoh kocek sekitar Rp 15.000,00 hingga Rp 20.000,00 untuk sekali kunjungan.

Biaya ini dapat berubah sewaktu tergantung pada hari apa pengunjung datang. Jika pengunjung datang pada hari biasa, maka biaya masuk adalah Rp 15.000,00 dan jika pengunjung datang pada akhir pekan, maka biaya masuknya Rp 20.000,00 saja.

Biaya lain yang harus pengunjung siapkan ketika hendak berwisata ke situs ini adalah untuk parkir, pemandu wisata, dan juga jasa layanan sampan dari nelayan. Namun hal tersebut tergantung kondisi dan bagaimana cara pengunjung datang ke situs ini.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Kegiatan Menarik di Situs Orang Kayo
Image Credit: Facebook Saaduddin SAg SSos

1. Memotret Bangunan Situs

Jika pengunjung datang dengan perangkat kamera serta peralatan fotografi lainnya. Maka pengunjung bisa melakukan kegiatan fotografi di daerah sekitar Situs Orang Kayo Hitam.

Pemandangan hijau dari daerah sekitar situs juga dapat pengunjung manfaatkan untuk dijadikan sebagai latar belakang. Area sungai Batanghari yang luas pun bisa pengunjung jadikan sebagai objek fotografi yang baik.

2. Mengerti Sejarah Nenek Moyang

Bagi pengunjung yang ingin mempelajari mengenai peradaban Melayu kuno, serta bagaimana perkembangan Hindu dan Budha di Indonesia. Maka tempat ini adalah wahana yang cocok untuk pengunjung datangi.

Karena memiliki gabungan dari dua kepercayaan yang dianut oleh masyarakat setempat, terutama masyarakat Jambi. Membuat pengunjung lebih mengetahui dan mengerti tentang sejarah terdahulu dari daerah sekitar.

3. Menikmati Keindahan Situs

Keindahan yang ada di daerah sekitar situs tentu sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Karena pepohonan yang hijau serta pemandangan dari sungai Batanghari pada sore hari menjelang malam tentu terasa amat spesial.

Belum lagi cahaya kerlap kerlip dari rumah penduduk di kejauhan yang dapat membangkitkan nilai sentimentil. Tentu kegiatan tersebut akan sayang apabila dilewatkan begitu saya oleh pengunjung.

Objek Wisata Terdekat dari Wisata Situs Orang Kayo Hitam

Objek Wisata Terdekat dari Wisata Situs Orang Kayo Hitam
Image Credit: Goolge Maps Saaduddin Nur Chotipah

1. Kawasan Sungai Batanghari

Situs ini yang berada dekat dari sungai Batanghari, tentu membuat situs ini dengan dengan wisata sungai. Pengunjung bisa sekaligus berwisata ke dua tempat saat berada di daerah sekitar situs.

2. Area Hutang Lindung

Daerah sekitar situs juga memiliki jalanan yang menuju ke sebuah hutan lindung nan luas. Pengunjung bisa berwisata ke dalam hutan dengan kawalan pengelola wisata maupun seorang pemandu.

3. Bukit Barisan

Kawasan situs bersejarah ini juga berada dekat dengan bukit Barisan yang terkenal di pulau Sumatera. Daerah ini memiliki vegetasi yang rimbun serta masih banyak tanaman hijau

Keunikan yang dimiliki oleh Provinsi Jambi tak hanya terletak pada luas wilayahnya. Namun juga pada tempat wisata bersejarah seperti Situs Orang Kayo Hitam yang menarik untuk Anda eksplor.