Museum Siginjai Jambi – Sejarah, Koleksi, Tiket & Ragam Aktivitas

Museum Siginjai Jambi – Sejarah, Koleksi, Tiket & Ragam Aktivitas
Harga Tiket: Rp 1.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Jenderal Urip Sumoharjo, Sungai Putri, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, Jambi.

Museum Siginjai Jambi merupakan salah satu wisata sejarah yang dapat menjadi pilihan destinasi untuk menghabiskan waktu liburan. Museum ini juga menjadi yang terbesar di Jambi. Nama Siginjai diambil dari nama sebuah keris yang digunakan oleh Orang Kayo Hitam yang pada masa lalu merupakan Raja Jambi untuk membela salah satu wilayah di Pulau Sumatra tersebut.

Saat ini, keris Siginjai yang asli tersimpan di Museum Nasional yang ada di Jakarta, sementara itu keris Siginjai yang ada di museum ini merupakan duplikat. Selain keris, Museum Siginjai juga menyimpan jejak-jejak sejarah Jambi, budaya, dan kearifan lokal dari masa ke masa. Museum yang diresmikan pada 6 Juni 1988 ini memang bertujuan untuk melestarikan budaya agar tidak pernah terlupakan.

Museum ini memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. Dengan fasilitas yang memadai dan suasana yang tentram membuat destinasi wisata sejarah ini sangat cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Liburan akan terasa lebih berkesan dengan wawasan baru tentang sejarah dan budaya masyarakat Jambi.

Sejarah Museum Siginjai Jambi

Sejarah Museum Siginjai Jambi
Image Credit: Google Maps Arina Rahmi

Awalnya Museum Siginjai memiliki nama Museum Negeri Jambi. Dibangun di atas lahan milik organisasi PPMD Provinsi Jambi yang terdiri atas para Ninik Mamak dan juga Tuo Tangganai yang kemudian dihibahkan pada Gubernur untuk pembangunan museum. Penghibahan tanah ini menjadi wujud dari semangat masyarakat Jambi untuk terus melestarikan budaya dan sejarah di masa lalu.

Peletakan batu pertama dilakukan pada 18 Februari 1981 oleh Masjchun Syofwan yang pada saat itu merupakan Gubernur dari Jambi. Kemudian dilakukanlah pembangunan hingga akhirnya diresmikan oleh Fuad Hassan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 6 Juni 1988, ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Sejak dibuka untuk umum, museum ini tidak pernah sepi dengan pengunjung. Biasanya pengunjung adalah pelajar, baik siswa maupun mahasiswa, peneliti, juga masyarakat umum. Kemudian pada tanggal 30 Oktober 2012, Museum Negeri Jambi berubah nama menjadi Museum Siginjai Jambi yang diresmikan langsung oleh Gubernur Jambi.

Koleksi Museum Siginjai Jambi

Koleksi Museum Siginjai Jambi
Image Credit: Google Maps Yap Dharmananda

Museum ini memiliki cukup banyak koleksi, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 7.000 buah yang tersimpan dengan sangat baik. Di museum ini, setiap koleksi terbagi dalam ruang-ruang tertentu. Ada sekitar 10 jenis koleksi seperti historika, arkeologika, seni rupa, teknologi, numismatika, filologika, dan lainnya. Dari ribuan koleksi yang ada, setidaknya ada 7 koleksi unggulan seperti berikut.

1. Arca Arvolokistewara

Arca Arvolokistewara terbuat dari perunggu berlapis emas, merupakan peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya. Arca ini ditemukan di wilayah Rantaukapastuo, Kabupaten Batanghari, pada 3 Februari 1991. Arca ini sendiri merupakan perwujudan dewa dengan empat tangan. Ketika ditemukan, kerusakan hanya pada bagian belakang dan bawah. Selebihnya, arca ini masih dalam keadaan utuh.

2. Arca Buddha

Bentuk arca ini kecil, ditemukan di Kabupaten Tebo pada tahun 80-an. Sayangnya pada masa itu, tidak ada catatan yang memadai sehingga lokasi asli penemuan tidak diketahui. Arca ini berbentuk khas arca Buddha lain di Jambi yaitu bergaya seni Gandhara. Cirinya berupa jubah tipis yang biasa dikenakan Sang Buddha.

Arca ini pada awalnya dilapisi emas pada seluruh permukaannya. Sayangnya, korosi di bagian bawah lapisan emas ini menimbulkan karat-karat sehingga permukaannya mengelupas dan rusak.

3. Arca Dewi Dipalaksmi

Arca ini terbuat dari perunggu. Tingginya hanya 32 centimeter dan lebar 11,5 centimeter. Diperkirakan berasal dari abad 13 hingga 14 Masehi, arca ini ditemukan di Tanjung Jabung Timur. Dipalaksmi berasal dari dipa yang merupakan atribut dari Dewi Laksmi pada kepercayaan Hindu. Menggunakan gaya seni Kerajaan Chola di India, arca ini serupa dengan museum yang ada di Bombai.

4. Kalung Emas

Kalung ini merupakan jalinan dari kawat emas dan lengkap juga dengan gespernya. Kalung ini ditemukan pada tahun 1994 oleh warga yang akan membersihkan ladang dari timbunan abu gambut, lokasinya di Desa Lambur I. Pemerintah kemudian memberikan imbalan seharga kalung emas 18 karat tersebut sebagai ucapan terima kasih karena telah menyerahkannya pada negara.

Koleksi di Museum Siginjai Jambi
Image Credit: Twitter 𝒃𝒖𝒏𝒈𝒂𝒉𝒂𝒓𝒂𝒌𝒊

5. Sabuk Emas

Sabuk emas yang ditemukan di Desa Lambur ini mengandung emas 18 dan 20 karat yang terbentuk dari sambungan cincin-cincin kecil berjumlah ribuan yang diikat menjadi satu. Sayangnya, asal-usul dari sabuk ini tidak diketahui karena tidak adanya informasi yang spesifik. Namun, karena ditemukan di dekat pantai yang didominasi rawa-rawa, sabuk emas atau logam emasnya datang dari luar Lambur.

6. Tanduk Bertulis Incung

Koleksi Museum Siginjai ini merupakan sebuah naskah yang ditulis pada tanduk kerbau, penulisannya menggunakan teknik gores. Sementara itu, bagian ujung tanduk memiliki motif yang melingkar. Naskah ini sendiri menggunakan bahasa Kerinci Karo dengan aksara incung. Berumur lebih dari 3 abad, naskah ini berisi cara memanggil roh leluhur, petuah, dan syarat menjadi pemimpin.

7. Medali Turki

Medali Turki menjadi bukti dari persahabatan Kasultanan Jambi dengan Kasultanan Turki. Medali ini diberikan sebagi bentuk penghargaan kepada utusan yang berkunjung ke Turki untuk meminta dukungan menghadapi Belanda di Jambi. Medali Turki ini memiliki bagian lingkaran dengan tulisan Arab.

Alamat, Rute Lokasi dan Harga Tiket

Alamat Museum Siginjai Jambi
Image Credit: Google Maps Yap Dharmananda

Museum Siginjai Jambi berada di Jl. Jenderal Urip Sumoharjo, Kota Jambi. Untuk menuju ke lokasi tidak terlalu sulit. Wisatawan dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk mempermudah perjalanan menuju ke sana, lokasi museum sudah dapat diakses menggunakan aplikasi GoogleMap yang akan memberikan rute paling cepat.

Museum ini buka setiap hari Senin hingga Jumat. Pada hari Senin hingga Kamis, museum buka dari 08.00 sampai 15.00. Sementara pada hari Jumat buka pada 17.15 sampai 11.00 saja. Museum ini tutup setiap akhir pekan dan hari libur nasional. Untuk tiket masuk sangat murah meriah, hanya Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak.

Museum yang dibuka untuk umum ini memiliki fasilitas yang cukup memadai. Beberapa ruangan yang juga dapat dikunjungi seperti Ruang Pameran Tetap. Ruang Pameran Temporer, Auditorium, perpustakaan, juga laboratorium atau konservasi.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan

Kegiatan Menarik Museum Singinjai Jambi
Image Credit: Google Maps M.Ghanta Phunnata

Ada beberapa kegiatan menarik yang dapat dilakukan jika berlibur ke Museum Siginjai. Ada banyak pengunjung yang datang dari berbagai kalangan yang melakukan kegiatan-kegiatan tertentu, yang tentu bermanfaat. Berikut beberapa kegiatan yang dapat dilakukan para wisatawan yang datang.

1. Menambah Wawasan

Sudah jelas jika berkunjung ke museum bersejarah, maka tidak hanya mendapatkan kesan namun juga wawasan baru, demikian juga jika berlibur ke museum ini. Karena itulah tidak hanya masyarakat umum, museum ini juga banyak sekali dikunjungi oleh para pelajar, mahasiswa, hingga para peneliti.

2. Berlibur

Museum terbesar di Jambi ini merupakan salah satu destinasi wisata yang dapat dijadikan tempat untuk berlibur bersama keluarga. Tempatnya yang nyaman membuat wisatawan dapat merasa nyaman berkeliling melihat koleksi yang ada. Selain itu, museum ini juga merupakan tempat berlibur yang sangat murah meriah.

Kegiatan Menarik di Museum Siginjai Jambi
Image Credit: Google Maps M.Ghanta Phunnata

3. Melakukan Penelitian

Tidak hanya sekedar menambah wawasan, museum ini bahkan menjadi tempat untuk melakukan penelitian. Adanya banyak koleksi yang sangat bersejarah juga informasi di dalamnya menjadi tempat yang tepat melakukan penelitian.

4. Kembali Mengingat Sejarah

Sebagai penerus bangsa, sudah seharusnya terus mengenang sejarah yang pernah terjadi pada masa lalu. Untuk mengingatnya, maka salah satunya adalah datang ke museum. Museum Siginjai yang memiliki koleksi sejarah yang sangat tinggi sudah tentu menjadi tempat untuk mengingat masa lalu.

Objek Wisata Terdekat dari Museum

Objek Wisata Terdekat dari Museum
Image Credit: Google Maps Arviana Budimantrias

Tidak jauh dari Museum Siginjai ada juga beberapa objek wisata lain yang dapat dikunjungi. Destinasi wisata ini sangat menarik sebagai pilihan tempat berlibur. Berikut beberapa objek wisata terdekat dari museum terbesar di Jambi ini.

1. Alun-alun Jambi

Alun-alun Jambi menjadi destinasi wisata murah meriah lain yang dapat dikunjungi. Tempat wisata ini sangat cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Tempatnya yang nyaman dan bersih menambah daya tarik alun-alun untuk melakukan berbagai kegiatan seperti berjalan-jalan atau bersantai.

2. Gentala Arasy

Tidak kalah menarik, Gentala Arasy juga dapat menjadi tujuan destinasi yang dapat dikunjungi. Gentala Arasy sendiri merupakan sebuah menara jam dengan tinggi 80 meter. Di dalamnya merupakan museum kebudayaan dengan lebih dari 100 koleksi tentang sejarah Jambi pada masa lalu.

3. Tugu Keris Siginjai

Tugu Keris Siginjai merupakan monumen bersejarah dan menjadi ikon dari Kota Jambi. Monumen ini menjadi salah satu tujuan wisata yang cukup menarik. Selain itu, monumen ini juga cocok sebagai wisata malam. Pada saat malam hari, tugu akan dihiasi dengan lampu-lampu hias yang berwarna-warni sehingga sangat menarik sebagai spot foto.

Museum Siginjai memiliki ribuan koleksi menarik tentang sejarah dan budaya di Jambi yang terjaga dengan baik. Dengan harga tiket masuk yang sangat terjangkau, museum ini merupakan destinasi wisata yang dapat dikunjungi saat musim liburan. Dengan kembali mengingat sejarah dan budaya pada masa lalu, wawasan yang didapat akan menambah rasa cinta pada tanah kelahiran.