Museum Deli Serdang – Sejarah, Daya Tarik, Tiket & Ragam Aktivitas

Museum Deli Serdang – Sejarah, Daya Tarik, Tiket & Ragam Aktivitas
Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi
Alamat: Petapahan, Kec. Lubuk Pakam, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menjadi salah satu daerah paling dekat dengan Ibukota Provinsi Sumatera Utara yaitu Medan, membuat kawasan Deli Serdang juga sering didatangi oleh pengunjung baik yang berasal dari dalam maupun luar kota.

Hal ini sejalan dengan perkembangan wisata yang ada di kabupaten ini. Satu dari sekian banyak tempat wisata yang dapat pengunjung datangi, terutama yang berhubungan dengan sejarah adalah Museum Deli Serdang.

Tempat ini menyimpan banyak koleksi dari Budaya Batak dan Melayu yang menjadi ciri Khas dari Sumatera Utara. Terletak di Lubuk Pakam, membuat museum ini amat mudah diakses menggunakan berbagai moda transportasi yang tersedia di sekitar Kabupaten Deli Serdang.

Sejarah Museum Deli Serdang

Sejarah Museum Deli Serdang
Image Credit: Google Maps hukama hamid

Berdiri sejak tahun 2001, Museum Deli Serdang merupakan sebuah bangunan yang terwujud atas aspirasi masyarakat dan pemerintah guna memperkenalkan bentuk kebudayaan kepada para pengunjung. Meskipun dibangun pada tahun 2001, namun peresmian dari gedung ini baru terjadi pada tahun 2003.

5 hari sebelum peringatan hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, yaitu pada tanggal 12 Agustus 2013 gedung ini diresmikan oleh Pemerintah. Sejak saat itu, museum ini kemudian berada di bawah lindungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Biaya untuk pembangunan gedung museum berasal dari dana pembangunan yang didapat oleh pemerintah Deli Serdang. Anggaran tersebut kemudian diubah menjadi bangunan museum dan biaya perawatan selama museum berdiri.

Lalu pada tahun 2016, pemerintah kembali memperoleh dana untuk membangun gedung museum baru. Letak gedung ini berada di kawasan lahan bekas Dinas Pertanian dan di resmikan pada tahun 2018, lebih tepatnya pada tanggal 8 September.

Gedung museum yang baru ini diresmikan pembukaannya oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang kala itu menjabat. Beliau adalah bapak Muhadjir Effendy, dan juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara yaitu Bapak Edy Rahmayadi.

Daerah Lubuk Pakam yang sebelumnya sepi oleh kehadiran pengunjung pun langsung ramai setelah pembukaan museum ini. Keadaan tersebut mampu membawa pengaruh positif seperti perkembangan ekonomi masyarakat yang meningkat sejak museum dibuka.

Koleksi Museum Deli Serdang

Koleksi Museum Deli Serdang
Image Credit: Google Maps Rini Rahmayani

Ketika berkunjung ke museum ini, pengunjung akan disajikan koleksi seperti mata uang asing yang didapatkan dari pertukaran oleh pedagang masa lampau, juga benda-benda yang berasal dari Kesultanan Deli Serdang. Museum ini juga menyimpan berbagai koleksi dari Suku Karo, Malungun, juga Toba.

1. Koleksi Mata Uang

Saat masuk ke dalam gedung museum dan berjalan-jalan di area lantai 1. Pengunjung bisa menemukan beberapa jenis mata uang asing yang pernah digunakan sebagai alat transaksi pada abad pertengahan.

Koleksi tersebut diperoleh karena dahulu para pedagang dari luar negeri datang berbondong-bondong menuju pelabuhan. Hal tersebut juga mempengaruhi perpindahan penduduk, karena para pendatang ada yang tinggal dan menetap di Deli Serdang.

Pengunjung akan menemukan koleksi mata uang dari koin hingga bentuk kertas pada bangunan lantai 1 museum. Pengunjung juga dapat melihat koleksi lain seperti sejarah Kesultanan Deli Serdang dan Kebudayaan Melayu kuno.

2. Koleksi Benda Kesultanan

Koleksi selanjutnya yang dimiliki oleh museum ini adalah benda-benda peninggalan Kesultanan. Masih berada di lantai yang sama dengan mata uang, ruangan ini juga memberikan informasi mengenai perkembangan Deli Serdang.

Benda-benda sejarah yang ada di area lantai 1 meliputi pakaian yang biasa dikenakan oleh anggota kerajaan. Juga berbagai furnitur seperti alat makan dan pernak pernik rumah tangga lainnya, hiasan pada acara kebudayaan, serta koleksi cinderemata khas Melayu.

Saat melihat informasi yang ada dibagian bawah benda bersejarah tersebut. Pengunjung akan diceritakan mengenai perjuangan serta bagaimana kehidupan masyarakat Melayu kala itu yang tinggal di kabupaten ini.

3. Cerita Rakyat Deli Serdang

Pada perjalanan menuju lantai 2 gedung museum, pengunjung akan disajikan tentang cerita dari masyarakat lokal. Cerita tersebut berupa legenda dari seorang Putri Kerajaan bernama Putri Hijau.

Dahulu Putri Hijau begitu terkenal di kalangan pemuda yang tinggal di area sekitar Kesultanan Deli Serdang. Hal tersebut membuat sang putri mendapatkan bisikan ghaib untuk memilih seseorang yang akan dijadikan suaminya kelak.

Informasi lain mengenai cerita ini dapat pengunjung temukan pada dinding yang berada di kiri dan kanan tangga. Tangga ini cukup populer di kalangan wisatawan karena mengandung cerita yang syarat akan makna.

Koleksi di Museum Deli Serdang
Image Credit: Google Maps Tiara Hidayanti

4. Koleksi Lain Milik Kesultanan Deli Serdang

Ketika pengunjung ada di lantai 2 gedung museum, pengunjung akan disajikan mengenai koleksi lain dari kesultanan yang tidak cukup jika diletakkan pada lantai 1. Tempat ini lebih menekankan pada kebudayaan serta acara apa saja yang diadakan pada hari tertentu.

Hal tersebut diperjelas dengan berbagai koleksi alat musik yang ada di bangunan lantai 2. Pengunjung akan menemukan jenis alat musik seperti gendang, tambora, serta banyak alat musik lainnya.

5. Koleksi Sejarah Paska Merdeka

Saat pengunjung naik ke lantai 3 gedung museum, pengunjung bisa menemukan berbagai benda sejarah setelah Indonesia Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Perjuangan rakyat Sumatera Utara saat itu juga dijelaskan lebih jauh dari tulisan yang ada di bawah benda sejarah yang di pajang pada kotak kaca.

Pengunjung dapat menemukan benda-benda seperti pakaian para pejuang, senjata yang digunakan para pejuang, dan juga kendaraan tempur. Pengunjung juga bisa menemukan informasi mengenai siapa saja pejuang yang telah ikut memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Alamat dan Rute Lokasi

Alamat Museum Deli Serdanng
Image Credit: Google Maps Dadik Hardian D

Karena terletak tak jauh dari Kota Medan, membuat jarak tempuh menuju Museum ini hanya berkisar antara 40 hingga 50 menit perjalanan saja. Pengunjung yang datang dari sekitar Kota Medan atau Kabupaten Deli Serdang bisa memanfaatkan moda transportasi umum seperti bus Damri atau angkot dari Terminal Pancing.

Sedangkan bagi pengunjung yang datang dari luar kota atau pulau, pengunjung bisa datang menggunakan jalur udara dari Bandara Kuana Namu. Lalu melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi Kereta Api dari Bandara menuju Stasiun terdekat.

Setelah berada di kabupaten ini, pengunjung bisa meneruskan perjalanan hingga ke Kecamatan Lubuk Pakam. Markah jalan dari Deli Serdang menuju Lubuk Pakam sudah tersedia dengan jelas pada ujung jalan kembar yang menghubungkan antar daerah.

Selanjutnya pengunjung tinggal melanjutkan perjalanan hingga ke daerah Tanjung Garbus I. Disana sudah banyak angkot yang siap mengantarkan pengunjung hingga menuju ke depan museum.

Saat pengunjung sudah sampai ke area Jalan Negara, maka pengunjung bisa menuju ke kolam renang Deli Serdang. Karena tempat ini adalah tempat wisata yang berada di sebelah museum, membuat pengunjung tidak perlu khawatir akan tersesat.

Harga Tiket Masuk

Harga Tiket Masuk Museum Deli Serdang
Image Credit: Google Maps Bambang Eko Listrianto

Pengunjung yang hendak datang ke dalam Museum Deli Serdang tidak perlu mengeluarkan biaya. Namun pengunjung diharuskan untuk mengisi data diri serta data kehadiran.

Biaya lain yang perlu pengunjung keluarkan saat berada di museum ini hanya biaya tambahan seperti parkir dan kamar mandi umum. Untuk kendaraan pribadi, tarif normal kendaraan roda dua adalah Rp.3.000,00 dan untuk kendaraan roda empat seperti mobil biayanya sebesar Rp.7.000,00 saja.

Jika pengunjung berada di area sekitar museum dan hendak pergi ke kamar mandi, maka pengunjung harus mengeluarkan biaya tambahan. Jika pengunjung buang air kecil, biaya kamar mandi adalah sebesar Rp.2.000,00 dan untuk buang air besar atau mandi adalah sebesar Rp.4.000,00 per sekali masuk.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan

Kegiatan Menarik Museum Deli Serdang
Image Credit: Google Maps Djouking Kiray

1. Menikmati Keindahan Museum

Jika pengunjung ingin bersantai dengan keluarga sekaligus menikmati akhir pekan agar dapat bersantai. Maka tempat ini bisa menjadi tujuan alternatif untuk liburan.

Karena suasana di dalam Museum yang tenang tentu mampu membuat pengunjung lepas dari rasa penat. Pengunjung juga dapat sekedar menikmati keindahan museum serta koleksi yang ada di dalamnya.

2. Belajar Tentang Kebudayaan

Kegiatan lain yang dapat pengunjung lakukan ketika berada di museum ini adalah belajar mengenai Kebudayaan Melayu. Selain itu, pengunjung juga bisa belajar tentang sejarah pasca kemerdekaan Indonesia.

Museum ini memiliki banyak koleksi yang dapat mendukung pembelajaran. Tentunya hal ini bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk mengedukasi anggota keluarga maupun diri pengunjung.

Objek Wisata Terdekat dari Museum Deli Serdang

Objek Wisata Terdekat dari Museum Deli Serdang
Image Credit: Google Maps Yuda Prasetya

1. Kolam Renang

Masih berada di satu lingkup yang sama dengan area Museum Deli Serdang. Pengunjung dapat bersantai atau berenang di kolam renang.

2. Area Taman Buah

Tempat ini sudah terkenal di kalangan masyarakat lokal sebagai kawasan wisata yang harus dikunjungi pada akhir pekan. Memiliki berbagai diorama dan patung berbentuk buah, pengunjung bisa melakukan banyak kegiatan di daerah ini.

3. Kawasan Alam Wisata

Memiliki konsep outdoor membuat kawasan alam wisata ini ramai dikunjungi pengunjung pada akhir pekan. Pengunjung bisa mencoba banyak wahana yang ada di tempat ini seperti flying fox dan panjat tebing.

Museum Deli Serdang merupakan sebuah museum yang dibuat agar budaya selalu terjaga. Hal tersebut tentu dimaksudkan agar pengunjung dapat mengerti dan memahami lebih jauh mengenai sejarah bangsa.